GEMINOSCH

Terima kasih untuk hari hari yang berwarna, tuan. Terima kasih sudah datang untukku.
Saat membaca suratmu aku senang, aku bahagia saat saat pertemuan yang tiap harinya membuat kita yakin untuk melangkah bersama.

kenapa disaat kamu yakin malah aku yang takut. Padahal sudah jelas-jelas kau ingin melangkah bersamaku dan menggandeng tanganku. Entahlah aku takut sekali berjalan ke depan. Bagaimana kalau di persimpangan itu kamu tinggalin aku sendiri. Oke, mungkin ini lebay. Tapi bolehkah aku memintamu sekali lagi untuk meyakinkanku. Aku takut dengan mereka-mereka yang sekarang seperti tak perduli padaku. Apakah kau juga begitu. Jika tidak kumohon untuk tepati janjimu. Agar aku merasa yakin. Sungguh aku begini karena aku takut kehilanganmu. Tolonglah…

Masih di tempat yang sama, namun waktu dan dengan orang yang berbeda.
Lucu banget. Ga pernah nyangka ke tempat ini lagi. Posisi duduk pun masih sama seperti yang dulu.
Kenapa ya ko bisa?

  • D: kalau aku sih nih ya bakalan cari penginapan. Bantu cari rental mobilnya. Bantuin kamu planningnya. Itu namanya excited. Berasa bahagia bakalan disamperin kesayangan yang dateng dari jauh.
  • Aku: *iya juga ya*
  • E: itu namanya dia ga serius, cuman main mainin kamu aja.
  • Aku: dia bukan tipe orang yang suka mainin cewek!
  • E: cowok yang main main bukan cuman yang selalu selingkuh aja ni.
  • Aku: ....

mbeeer:

Kelak, akan datang suatu hari di mana kita akan sama-sama bahagia. 
Kelak, akan datang suatu hari di mana kita akan sama-sama berhenti berlayar.

Terimakasih telah menjadi sebagian cerita dalam hidupku dulu.
Bertemu denganmu, aku tak pernah menyesal.

So long, partner.

:’)